Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

Sajak Pemuda

Maaf sebelumnya, kami bahagia Kujumpai roda memang beputar pada semestinya Berputar dengan janji kehidupan yang tergenggam Rata kanan dan kiri Berjalan seraya atas dan bawah mulai tersabit Busuk bangkai dan wangi rose Membawa pada dasar sesungguhnya Kelabang, kalajengking menyusuri lorong yang terang benerang terang benderang emas permata dan kemunafikan Roda berputar dengan janji yang tergenggam Tong sampah jadi saksi busuknya Dimana mereka membuang sampah kebajikan Manipulasi daun dan perabotan Guncangkan TPA dengan sampah tak terduga Roda berputar dengan janji yang tergenggam Hitam Bukan... Putih... Bukan pula Roda Berputar... ting ting ting Waktu kembali memanggil *berputarlah Kudus, 03/07/2015 21:56

Masa Antara Masa

Gambar
18 tahun telah berjalan dan kini sudah hampir menapaki di tahun ke 19, syukur Alhamdulillah banget buat kenikmatan yang diberikanNya selama ini, sunggun terimakasih tuhan tahun –tahun yang berarti banget. Yapzz… sangat berarti, 18 tahun kehidupanku yang terasa sangat istimewa, kenangan-kenangan mulai terangkai sejak saya keluar pertama kali dari rahim ibu tercinta saya heheheh… (miss you mom ({}) ) keluarga pertama saya, mereka orang-orang terbaik dan terkasih Pantai Klayar Pacitan    Bicara tentang keluarga, di tahun yang ke 18 ini saya mendapatkan kembali lagi keluarga baru setelah saya pindah ke Kudus untuk melanjutkan study saya.   yapz… keluarga baru, tepatnya keluarga ketiga, yaitu Teater Tigakoma (bisa di akses di www.3komateater.blogspot.com ) hehehe… kenapa Tigakoma..??? kenapa Keluarga..??? kenapa bisa teater..??? kenapa bisa tigakoma..??? haduh… pertanyaan yang membingungkan sekali. Tapi yang pasti saya mendapatkan keluarga baru disana, di Teat...

Tidak Begitu Jelas

  Pagi ini bercerita tentang pagi, yah... pagi...   Senyap masih menyapa di ujung peraduan. Hanya kicauan kicaun yang sedikit tabu terdengar bising tapi nyaring. Serangga mungkin... Teruntuk pagi, Sungguh terimakasih Datangmu yang kunanti malam tadi, Namun adamu kini tak begitu kuharapkan lagi Gundukan gundukan kenistaan runtuh sekejap Runtuh malam ini Sorak sorai menggema Kian hancurkan malam kala tadi, Tapi siapa yang tahu...??? Serangga atokah kami Tik...tok. Kudusku, 25 Oktober 2015

sang sak

A Memandang sebuah arti senyuman, Bila waktu, bila dan bila Ada gemericik nyaring dalam peraduan Membawa setiap awan yang menggumpal Gemuruh badai dilautan bernyanyi Menanda bahwa malam tak begitu baik Air tak beriak Hanya saling menggulung Mengumpat dan semakin beradu dengan badai Pohon kelapa tak riang, tak juga sendu Karang-karang bertaburan kesana kemari Kadang bersembunyi Terbuang lalu dikais kembali,  Kudus, September 2015