Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

UANG

Uang . . Entah seindah apa wujudmu Menggeliat di setiap ulu panca rasa Menusuk jeruji besi yang kokoh berdiri Hingga langit dan bumi pun akan tertembus karena mu Buaian kasih mu awang . . . Tenangkan jiwa yang sempat lara Kembalikan senyum sumringah anak jalanan Hangatkan jiwa akan dinginnya kehidupan Tapi . . . Apalah itu benar kau ? Di kala buruh terlantar mati karena mu Ketika mimpi terhenti bergantung jatuh karena harap palsu mu Dan kala cinta tak lagi bisa menyapa karena mu Haruskah aku tetap di jalan lurus-Nya ? Kala uang meninggalkan ku Kenapa harus kau ?? Uang. #2014, KUDUS

G I L A

Tempat apa aku berdiri di sini Mengapa aku di tempat ini Cakapmu bagai anjing yang menggonggong Lakumu tak ubahnya debu yang tak pasti Merasakan kekosongan bisu Dimana bangkai adalah nikmat Dimana hujan adalah batu Dan dimana panas adalah kosong Langkah kakiku tak jadi anti Membangun semak bak istana Hingga iblis pun hanyalah lewat Dimana aku kini ? Apakah arti kekosongan ini ? Hahahaha             Aku tidak gila Pakaian lusuh ini adalah jas ku Daun – daun itu adalah harta ku Dan anjing – anjing itu adalah budak ku             Gila Kalian gila menatap ku Mengacuhkan jiwa yang suci Meremehkan dan membuang ku seperti sampah Hahahaha             Aku gila. 2014, Kudus