Postingan

10 Tahun Lalu

 Berarti menjelajahi kenangan, dimasa putih abu-abuku.  Dulu aku bersekolah disalah satu Madrasah Aliyah yang cukup besar di desa Kajen, menjadi anak rantau yang tak baru lagi, karna selepas SD aku memutuskan untuk mengembara jauh dari rumah.  Menjalani masa kelas 2 MA ku penuh dengan keseruan, menegangkan, dan kasmaran hahahha. Lucu si kalo di ingat-ingat.  Mengikuti ekstrakulikuler Pramuka, PMI, kimia,  ikut belajar rebana, memasak, Seni kaligrafi sampai ekstra khusus Bahasa Arab. Belajar beradaptasi dan berorganisasi, membangun komunikasi baik dengan sesama, btw dulu sekolahku yang satu kelasnya cewek" semua itu, ada si cowoknya tapi beda kelas ehehhe. Paling ketemu atau kumpul dalam 1 waktu pas ada acara sekolah, kegiatan ekstrakurikuler dan lainnya.  Menyenangkan, Pernah berangkat sekolah naik kereta odong-odong, mandi pagi pagi buat persiapan ziarah pondok, dipijitin tanganku sama guru gegara ketiduran dikelas, tiap istirahat sekolah royokan jajan bel...

"Melukismu"

Gambar
 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Alkhamdulillah, PTM sudah mulai dimulai meski dengan prokes yang sangat ketat.  Demikian berikut ini hasil karya dari anak anakku kelas 4 (btw, maskernya dilepas sebentar buat keperluan foto saja ya) selebihnya proses pembelajaran tetap memakai masker kok hehhehe.  Salam sayang dari Bu Pingky, 
Gambar
  Widjati Meubel Ronggo Alamat : Desa Ronggo Kecamatan Jaken Kabupaten Pati CP : Mas Gun (0813 3223 8550) Mbak Pingky (0812 2722 4865)   Jasa Custom Furniture

PERTEMUAN

Gambar
 MAS GUN & DEK PINGKY 22 AGUSTUS 2019 Menjadi awal perjalanan kami, salam dari kami ya nduk nang teman teman sekalin. teruntuk anak anak kami nantinya, semoga kalian membaca ini, dalam keadaan sehat dan bahagia.. Foto bapak ibuk saat pernikahan ini, menjadi salah satu bukti bahwa kami bersepakat untuk bekerja sama saling menolong membantu menghargai satu sama lain untuk mengarungi hari hari kedepan bersama disiksa umur kami. Bismillah, semoga tuhan selalu meridhoi. amin...

Ini Proses Kesunyian

Gambar
Ini proses kesunyian Siapa yang paling bertahan,ia yang paling kesepian. Minggu yang kelabu, Tiada sinar matahari Hanya hawa dingin sepeninggal hujan semalam Semakin sesak saja kotaku Ini hari minggu Mereka berkumpul Daku pun sama namun dengan sunyi. Tidak dengan hirup pikuk kota Tidak dengan tawa mereka yang bergerombol. Tidak dengan senggolan dengkul yang makan berhimpitan Tidak dengan umpatan sayang yang nyaring. Tidak. Semua itu tidak ada. Hanaa aku, mereka dan mereka mereka. Dan sunyi pastinya. Begitulah. 28|04|2019 Menjelangtemukami....

tanda tanya (?)

"Sebagaimana semestinya, hal ini sudah aku pertimbangan dengan amat matang" kata kata itu terus mengiang di telingaku, nada nya yang sedikit meninggi membuat ku tak kuat lagi untuk menatapnya pergi, tak ada seulas senyuman yang tampak dengan deretan gigi putihnya yang rapi, tak ada lambaian tangan dan simbol kecupan dari tangannya yang di arahkan padaku ketika ia perpamitan pergi. Tak ada lagi dia ku. Sudah seminggu lebih selepas kepergiannya bersama wanita itu. Setiap hari hanya menangis dan menangis yang bisa aku lakukan,rasa penyesalan seolah menusukku, seperti ribuan jarum yang menusuk ulu hatiku, menghujam bertubi tubi, lebih sakit saat ketika aku tak sengaja melihatnya sedang merangkul wanitanya itu,berjalan dari sebrang jalan tempat aku berdiri, dengan hati yang ngilu dan emosi yang berapi api aku menghampirinya, aku masih tidak terima dengan keputusannya yang sepihak dengan hubungan kami.  "dasar wanita jalang" lontarku pada wanita yang sedang meng...

Review “Roti’O” , Stasiun Poncol Semarang

Gambar
Perjalanan yang panjang, genap terhitung tiga hari dari awal keberangkatan kami menuju kota Semarang, kota bintang. Minggu yang cerah, setelah usai hujan pada malam hari mengguyur rata kota ini esok harinya matahari bersinar cerah, sinarnya membias masuk melalui kaca kaca jendela dimana daku merebahkan lelah setelah seharian batin dan jasmani seolah diajak berlari marathon karna jadwal ujian kunjung pada waktunya. Tapi satu, Alhamdulillah daku diberikan kesempatan untuk sampai pada titik itu, sungguh terima kasih ya Allah, 10 Novemver 2018. Berjumpa dengan teman-teman lama, berbincang dengan masa-masa lampau dan guyonan masa depan, hingga berpacu dengan kekhawatiran-kekhawatiran yang bikin hati dag dig dug, hahahhaha, namun aku nyaman, terima kasih sudah memberiku ruang itu. Daku pun tau semestinya aku tak perlu memikirkannya, karna itu hanya menghambat kebahagiaan, menghambat tawa, menghambat matahari ½ lingkaran itu melengkung sempurna, seperti senyum. :-D.    ...