Kodok Bernyanyi
|| Suatu malam aku bercerita dengan sejumlah luka yang lama aku simpan sedari dulu, ia tak berbicara apa apa padaku dan hanya diam memandangiku yang sedang bercerita. Sampai pada saat aku mulai menitihkan air mata untuk yang kesekian kalinya, awalnya ia ragu untuk sekedar menunjukkan ekspresi khawatir padaku, karna ia pun tahu bahwa diriku tak pernah suka dan akan semakin sedih jika aku tau bahwasanya ia menanggapi kesedihanku. || Malam itu berawal dari beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada 9 tahun yang lalu kira-kira 106 bulan yang lalu atau kalau tidak 430 minggu yang lalu, kalau tidak salah. Senja yang sempurna seharusnya, karna seperti biasa jingga pada langit di sudut desaku terlihat sangat hangat, hangat sekali dan teramat hangat hingga aku pun tak mengetahui bahwa akan hadir sebuah warna dan cerita lain di senja itu, ya... senja yang sempurna. Suara percakapan ringan terdengar sayup-sayup dari balik dinding kayu rumah kecil yang berukuran tak lebih dari 10 x 6 m...