Menyapa Senja

Kembali akk menyapa senja kali ini, tak terlalu jingga kawan. Indah biasanya terkadang membuatku lupa, bahwa ia pun memiliki rasa. Pada langit yang tak terukur ia terkadang singgah dengan guratan yang bahkan tak pernah bisa ku utarakan. Tapi tidak kali iniMungkin ia belum hendak beranjak naik ke atas samudra yang luas membentang. Mungkin ia masih sendu, melihat sang jiwa yang masih kokoh untuk menjaga raga. Mungkin ia muak, pun dengan kedatangannnya sendiri pada langit langit yang tak hanya menjadikan ia sebagai satunya warna. Mungkin ia lelah, saat semuanya menunggu dengan singkat dan ia harus menunggu lama. Mungkin ia marah, karna terkadang langit ingkar dan lebih memilih mendung dan kelabu. Mungkin ia rindu, namun malu. Mungkin ia bisu, karna memang tak ada waktu untuk patahan katanya. Mungkin ia terlambat... ya, terlambat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review “Roti’O” , Stasiun Poncol Semarang

"Catatan Harian"

tralalalalalla