kaidah patah hati

guyuran bisu membahana sunyi
anggun nan cantik bak wanita bersolek dengan tawa
langkah sunyi menyingkap setiap detik masa
anugrah gaib nan suci bila di rasa
nirwana yang agung
genggam dan sambut setiap rasa bahagia

tanpa kata dan hanya sorotan bisu
memukul setiap hentakan jiwa yang bersenandung
bersenandung pilu namun tak begitu lucu

bahagia purnama bila berjumpa malam
sahaja permata bila tak hanya tersimpan
terhimpit rasa yang bahkan waktu tak berhap merasakannya
hanya boleh diam, diam tanpa harus menunggu


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review “Roti’O” , Stasiun Poncol Semarang

"Catatan Harian"

tralalalalalla