tralalalalalla

fajarku bernyanyi
andai kau mampu mendengarnya
jari jarinya menari ringan
alunkan nyanyian pada kediaman yang sunyi sepanjang perjalanan
ajarkan aku bahwa hidup butuh diam, terkadang
relakan pandangku untuk terpaku
karna senyumnya hanya sepersekian detik datang
ombak yang menghampiri pantai, serupanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review “Roti’O” , Stasiun Poncol Semarang

"Catatan Harian"