"Catatan Harian"

Hari pertama di bulan ke sebelas di tahun terjadinya bencana pada Palu dan Donggala, semoga Tuhan senantiasa melindungi kita, amin. 
Selamat malam, 09:10 saat ini. Hari ini panas, seperti biasanya di bulan-bulan akhir tahun, sempat mendung beberapa saat menyelimuti desaku, namun sekali lagi itu hanya mendung, yah .... "mendung tak berarti hujan" begitulah. tak ada cerita menarik, sama seperti hari hari yang lalu, mungkin jika dihitung ini genap 2 pekan dari hari H itu. Pembahasan yang menjadi bahan obrolan masih sama, tak lain dan tak bukan karna aku pun masih sama, belum bergerak apapaun, tak kesan tak juga kesini, hanya seperti ini, seperti..... ah sulit sekali dijelaskan. 

Bukan main, ini hari hari yang sangat berat jika kurasakan, mana tidak, setelah berapa kali watu lain dan waktu yang kujalani untuk beradaptasi dengan orang baru konsisi baru lingkungan baru dan STATUS baru, baru kali ini terasa sulit sekali. seolah "aku dipulangkan pada duniaku yang bukan duniaku", sungguh jangan coba memahami kalimat ini, kalian tak akan tau itu dan paham akan hal itu. 

Hari ini aku kembali bermain dengan waktu, kucuba memahami setiap sudut ruang ini, waktu ini dan kondisi ini. kuselami satu persatu kehidupan mereka, yang kusayang. kucoba beradaptasi dengan mereka dengan seksama mencurahkan kasih sayangannya dengan amat begitu baik dan sempurna, bahkan aku tak pernah membayangkan sebegitu mereka menyayangiku. Namun, aku terlampau takut. bahkan aku tak tahu apa yang harus kulakukan, untuk sekedar berjalan dan melontarkan cerita. aku kaku, seolah ini bukan aku, bukan diriku yang selama 10 tahun ke belakang ini ada, seolah aku kembali menjadi orang lain diduniaku, seolah aku membeku, seolah aku tak tau harus berbuat apa.  sudah.....

itu saja, 

kembali pada hari ini, hari ini hari Kamis, semua taulah, bhakan jika kalian mencocokkan kalender dengan kalimat pembukaku pada halaman ini kalian akan menemukan bahwa memang benar hari ini adalah hari kamis. 

"Nduk njuk mangan...." hihihi, aku selalu suka mendengar kata kata itu, dan sangat amat meneysal sekali ketika kudengar hal itu saat aku telah usai menaruh piring kotorku. "duh.... simbah kurang cepat" gumamku selalu dalam hati. namun, jika kalian tahu, hari ini tidak, waktunya pas sekali, seolah semesta dapat diajak kompromi dan mempertemukanku dengan keadaan itu. hahahhaha..... "hayok a mbah, pas iki, aku lagi wae mangan" sahutku dengan antusias, "hallah, wes bar mangan aku",  "ah...gubrak". tamat deh...... 


#fiktif

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review “Roti’O” , Stasiun Poncol Semarang

tralalalalalla