Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

tanda tanya (?)

"Sebagaimana semestinya, hal ini sudah aku pertimbangan dengan amat matang" kata kata itu terus mengiang di telingaku, nada nya yang sedikit meninggi membuat ku tak kuat lagi untuk menatapnya pergi, tak ada seulas senyuman yang tampak dengan deretan gigi putihnya yang rapi, tak ada lambaian tangan dan simbol kecupan dari tangannya yang di arahkan padaku ketika ia perpamitan pergi. Tak ada lagi dia ku. Sudah seminggu lebih selepas kepergiannya bersama wanita itu. Setiap hari hanya menangis dan menangis yang bisa aku lakukan,rasa penyesalan seolah menusukku, seperti ribuan jarum yang menusuk ulu hatiku, menghujam bertubi tubi, lebih sakit saat ketika aku tak sengaja melihatnya sedang merangkul wanitanya itu,berjalan dari sebrang jalan tempat aku berdiri, dengan hati yang ngilu dan emosi yang berapi api aku menghampirinya, aku masih tidak terima dengan keputusannya yang sepihak dengan hubungan kami.  "dasar wanita jalang" lontarku pada wanita yang sedang meng...

Review “Roti’O” , Stasiun Poncol Semarang

Gambar
Perjalanan yang panjang, genap terhitung tiga hari dari awal keberangkatan kami menuju kota Semarang, kota bintang. Minggu yang cerah, setelah usai hujan pada malam hari mengguyur rata kota ini esok harinya matahari bersinar cerah, sinarnya membias masuk melalui kaca kaca jendela dimana daku merebahkan lelah setelah seharian batin dan jasmani seolah diajak berlari marathon karna jadwal ujian kunjung pada waktunya. Tapi satu, Alhamdulillah daku diberikan kesempatan untuk sampai pada titik itu, sungguh terima kasih ya Allah, 10 Novemver 2018. Berjumpa dengan teman-teman lama, berbincang dengan masa-masa lampau dan guyonan masa depan, hingga berpacu dengan kekhawatiran-kekhawatiran yang bikin hati dag dig dug, hahahhaha, namun aku nyaman, terima kasih sudah memberiku ruang itu. Daku pun tau semestinya aku tak perlu memikirkannya, karna itu hanya menghambat kebahagiaan, menghambat tawa, menghambat matahari ½ lingkaran itu melengkung sempurna, seperti senyum. :-D.    ...

#1 "Bergedel Tahu"

Gambar
“Bergedel Tahu” Kesempatan memasak kali ini, aku membuat makanan dengan bahan dasar tahu. Pada awalnya si emak nanyain, “ameh lawoh opo?” begitu kata beliau, dan seperti biasa aku pun menjawab “sembarang mak e”. begitulah setiap kali ada kesempatan aku di rumah si emak pasti binggung memilih menu untuk sekedar lauk makan sehari-hari. Namun tiba tiba saat itu aku ingin makan tahu, langsung saja kubilang kepada mak e sebelum beliau berangkat belanja, “mak e, tumbaske tahu wae, ambi onclang” “meh mbuk gawe opo?” “embuh”. Berhenti sampe disitu, akhirnya sampailah ditanganku sebungkus tahu berisi 10 potong berbentuk kotak-kotak dalam plastic transparan berwarna putih itu. “bumbune opo mak iki”, “yoh kui, bumbu mbakwan” “lah nggech mak e opo bumbune mbak wan” (jujur saja, kalian tau, sebetulnya bahkan aku tak tau pasti apa bumbum bakwan, setiap kali ada kesempatan aku memasak yang menjadi bumbu andalan hanyalah mereka, Lombok, brambang dan bawang, tambah gula, garam icin dikit ...

5/11/2018

Mak, ayo masak !

"Catatan Harian"

Hari pertama di bulan ke sebelas di tahun terjadinya bencana pada Palu dan Donggala, semoga Tuhan senantiasa melindungi kita, amin.  Selamat malam, 09:10 saat ini. Hari ini panas, seperti biasanya di bulan-bulan akhir tahun, sempat mendung beberapa saat menyelimuti desaku, namun sekali lagi itu hanya mendung, yah .... "mendung tak berarti hujan" begitulah. tak ada cerita menarik, sama seperti hari hari yang lalu, mungkin jika dihitung ini genap 2 pekan dari hari H itu. Pembahasan yang menjadi bahan obrolan masih sama, tak lain dan tak bukan karna aku pun masih sama, belum bergerak apapaun, tak kesan tak juga kesini, hanya seperti ini, seperti..... ah sulit sekali dijelaskan.  Bukan main, ini hari hari yang sangat berat jika kurasakan, mana tidak, setelah berapa kali watu lain dan waktu yang kujalani untuk beradaptasi dengan orang baru konsisi baru lingkungan baru dan STATUS baru, baru kali ini terasa sulit sekali. seolah "aku dipulangkan pada duniaku yang bukan d...

tralalalalalla

fajarku bernyanyi andai kau mampu mendengarnya jari jarinya menari ringan alunkan nyanyian pada kediaman yang sunyi sepanjang perjalanan ajarkan aku bahwa hidup butuh diam, terkadang relakan pandangku untuk terpaku karna senyumnya hanya sepersekian detik datang ombak yang menghampiri pantai, serupanya.