Jawa (JEPARA)


 
Tepi sangat tepi namun tak pernah sepi
Dengki pada memori namun tak berujung benci
Dijajaki dan dialiri  wahana keindahan hakiki
Jadikan kota Ibu Kartini begitu dikagumi

Menutur riuh setiap  dentingan nada ketika bersua
Ketika Satu penghujung tak pernah berujung henti
Hanya menggantung dan jatuh saat purnama ada dalam kelopak mata
Tenggelam dan lelap bersama mentari teluk awur

Jatuh bercucuran keringat pribumi
Mengukir senyum dengan pahatan murni
Gambaran eksotis untuk inci yang humanis
Elok nan syantik,
Meliuk liuk bersama ayunan ombak yang menari
Menari disepanjang tepian biru yang sedikit pilu, kadangnya
Jeparaku, bumi indahnya Jawa

Kudus, minggu Desember 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review “Roti’O” , Stasiun Poncol Semarang

"Catatan Harian"

tralalalalalla